RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, SABTU 11 JANUARI 2020

380. MANUSIA DIBENARKAN KARENA IMAN

Oleh: E. Gunawi Sp.

FIRMAN TUHAN:
Surat Roma 3:21-26.

Haleluya! Salam damai sejahtera dan sukacita dari Yesus Kristus, Tuhan kita. Dari hari ke hari, Dia selalu melimpahkan kasih setia dan kasih karunia-Nya yang luar biasa kepada kita. Karenanya, marilah kita naikkan ucapan syukur, ibadah, doa, hormat, pujian, penyembahan dan kemuliaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Yaitu Dia yang berkenan memberi kita waktu untuk mempelajari dan merenungkan Firman-Nya pada saat ini.

Pada hari ini, kita akan mempelajari dan merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan yang dicatat dalam Surat Roma 3:21-26. Perikopnya adalah: “Manusia dibenarkan karena iman”. Topik kita yaitu: MANUSIA DIBENARKAN KARENA IMAN. Haleluya!

Pengantar
Sesungguhnya, dasar apakah yang kita gunakan untuk memegahkan diri?
Apakah kita bermegah karena kecakapan, kemampuan, kepandaian, keberhasilan atau kekayaan kita? Ataukah kita dapat memegahkan diri kita karena kecantikan atau ketampanan kita? Namun, ingarlah! Apakah artinya semuanya itu di hadapan Tuhan kita, Yesus Kristus? Kalau demikian, lalu apa bedanya dengan orang dunia?

Orang-orang dunia boleh memegahkan dirinya. Mereka boleh memegahkan segala sesuatu yang dimilikinya. Tetapi ingat-ingatlah! Bahwa segala sesuatu yang mereka miliki hanyalah bersifat sementara. Bahwa semua yang kita miliki adalah milik-Nya.

Perhatikanlah! Bahwa kita menerima kebenaran Allah karena iman kita kepada Yesus Kristus. Oleh sebab iman kita kepada Dia, Yesus Kristus Tuhan kita, maka kita sudah dibenarkan dengan cuma-cuma. Kita sudah dibenarkan dengan gratis. Haleluya!

Bermegah dalam iman
Sejatinya, siapakah di antara kita yang belum pernah memegahkan diri? Siapakah di antara kita yang belum pernah membanggakan diri? Dahulu, ketika kita masih belajar di SD (sekolah dasar), kita kadang dengan rasa senang dan bangga menunjukkan nilai kita yang bagus kepada kawan-kawan kita sekelas.

Ketika seseorang menjadi dewasa, kadang-kadang ia membanggakan diri atas keberhasilan pendidikan, keberhasilan pekerjaan, atau bahkan kekayaannya. Seseorang boleh jadi bermegah karena rumah mewah, mobil mewah atau harta kekayaannya yang serba mewah. Namun, apalah artinya semua yang serba mewah, tetapi serba fana itu? Apalah artinya kemewahan itu di hadapan Tuhan Pencipta langit dan bumi?

Dalam suratnya kepada jemaat orang-orang yang dikuduskan, yaitu mereka yang telah dipanggil menjadi milik Kristus yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus, Rasul Paulus mengingatkan mereka apa dasarnya untuk bermegah. Ia menyatakan bahwa tidak ada dasarnya bagi kita untuk bermegah. Ia juga menyatakan bahwa perbuatan seseorang tidak dapat untuk memegahkan diri.

Namun demikian, ia menyatakan bahwa kita boleh bermegah karena iman. Demikianlah bunyi Firman Tuhan dalam Surat Roma 3:27: “Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!”

Manusia dibenarkan karena iman
Sekaitan dengan itu, Rasul Paulus mengingatkan mereka pada zaman itu, dan kita pada zaman ini, bahwa manusia dibenarkan karena iman. Yaitu iman kepada Yesus Kristus sebagai Mesias dan Juru Selamat manusia berdosa. Bukan karena ia melalukan hukum Taurat. Perhatikanlah Firman Tuhan yang dicatat dalam Surat Roma 3:28 yang berbunyi: “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”

Menurut ayat Firman Tuhan ini, Rasul Paulus meyakini bahwa iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, menjadi kunci pengampunan dan penghapusan dosa dan kejahatan manusia. Jadi, oleh karena iman kita kepada-Nya, maka kita dibenarkan.

Dalam Surat Roma 5:1, Firman Tuhan mengatakan: “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Oleh sebab kita sudah dibenarkan oleh iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita hidup penuh sukacita dan damai sejahtera. Oleh karena iman kita kepada Dia, Anak Allah, Mesias dan Juru Selamat manusia berdosa, maka Ia sudah melimpahkan kepada kita kasih setia dan kasih karunia-Nya yang tidak berkesudahan.

Dalam pada itu, Firman Tuhan dalam Surat Galatia 3:11, berbunyi: “Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Jadi, ingat-ingatlah! Orang benar adalah orang yang dibenarkan dan hidup oleh karena iman. Bukan oleh karena perbuatannya melakukan hukum Taurat. Sebab hukum Taurat tidak memiliki kuasa apapun untuk membenarkan seseorang.

Allah segala bangsa
Dalam suratnya yang dicatat dalam Surat Roma 3:29, Rasul Paulus mengajukan dua pertanyaan yang mengajar dan mengingatkan mereka dan kita, bahwa Allah bukanlah milik orang Yahudi. Bahwa Allah bukanlah hanya Allahnya orang Yahudi. Tetapi Allah adalah Allah segala bangsa yang percaya kepada-Nya.

Demikianlah bunyi Firman Tuhan dalam Surat Roma 3:29: “Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!” Benar! Tuhan adalah Tuhan semua bangsa di bumi. Ia adalah Allah semua orang dari semua bangsa di dunia.

Dalam Kitab Injil Lukas 24:47, Alkitab mengatakan: “dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.” Benar! Mulai dari Yerusalem, Injil Tuhan harus dikabarkan kepada semua bangsa dan suku bangsa sampai ke ujung bumi.

Injil Firman Tuhan harus diberitakan kepada semua orang di bawah kolong langit. Berita mengenai pertobatan dan pengampunan dosa manusia harus disampaikan kepada segala bangsa, tidak hanya di Yerusalem, tetapi juga kepada semua orang di seluruh dunia. Supaya mereka mengenal Dia. Yaitu Dia, Tuhan dari segala tuhan. Dia, Allah dari segala allah dan Allah dari semua bangsa. Haleluya!

Allah membenarkan semua orang
Dalam pada itu, Firman Tuhan yang ditulis dalam Surat Roma 3:30-31, berbunyi demikian: “Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.”

Secara implisit, Rasul Paulus mengingatkan bahwa apabila ada satu Allah yang kita sebut, kita puji, kita muliakan, kita sembah dan kita layani dengan iman yang teguh kepada Tuhan Yesus Kristus, maka Dia akan membenarkan baik orang-orang bersunat maupun orang-orang tidak bersunat karena iman. Singkat kata, baik orang-orang bersunat, maupun orang-orang tidak bersunat akan dibenarkan karena iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dengan demikian, apabila orang-orang bersunat dan orang-orang tidak bersunat akan dibenarkan karena iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita tidak membatalkan hukum Taurat karena iman. Benar! Sama sekali tidak membatalkannya. Tetapi justru kita meneguhkannya.

Berbahagialah kita
Oleh karena iman kita kepada-Nya, maka kita percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menyertai, menolong, melindungi dan memberkati kita, serta membenarkan kita karena percaya kepadanya. Kita percaya bahwa kita yang sudah dibenarkan oleh iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, berupaya untuk beribadah, bersyukur, berdoa, menyembah dan memuliakan nama-Nya dengan segenap hati dan jiwa.

Berbahagialah kita yang sudah dibenarkan karena iman kita kepada-Nya, karena Dia sudah melimpahkan kepada kitab kasih setia dan kasih karunia-Nya yang tidak berkesudahan. Berbahagialah kita yang hidup penuh sukacita dan damai sejahtera oleh sebab iman kita kepada Dia, Anak Allah, Mesias dan Juru Selamat manusia berdosa, karena Dia sudah rela mengorbankan diri-Nya disalib, mati, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga untuk menebus dan meyelamatkan manusia berdosa yang percaya kepada-Nya.

Berbahagialah kita yang tidak memegahkan diri karena kecantikan, ketampanan, kesuksesan, kekayaan dan harta milik kita dalam namq Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia berdosa, karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga.

JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN.